Batik Handayani

Kain Tenun Rang-Rang. Kombinasi Warna Cerah

Kain tenun rang-rang milik Lombok sedang menjadi tren dan diikuti oleh daerah lainnya. Itulah bukti, bahwa Indonesia kaya akan budayanya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri tersendiri yang membuat setiap daerah dengan daerah lainnya memiliki perbedaan karakteristik. Salah satunya

Kain tenun rangrang Lombok merupakan kain tenun khas lombok yang sangat cantik.
Setiap kain khas pasti memiliki keistimewaan tersendiri. Sebagai contoh, kain batik memiliki khas yang terlihat dari motif atau gambar batiknya. Setiap daerah penghasil batik memiliki motif tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya.

Sejarah Tenun Rang Rang

Jika kita menilik sejarah kain tenun cepuk rangrang ini, merupakan jenis kain tenun yang dibuat oleh para leluhur warga Nusa Penida Bali yang  yang sangat disakralkan oleh masyarakat Bali. Oleh karena itu penggunaan awalnya hanyalah dipakai pada upacara-upacara keagamaan saja. Bagi masyarakat Bali, Nusa Penida khususnya, Kain Cepuk Rangrang ini bagaikan warisan harta karun dari nenek moyang mereka sejak ratusan tahun lalu. Seiring perkembangan jaman, kain ini mulai diproduksi di wilayah sekitar, bahkan keluar wilayah Bali. Misalnya, Lombok dan Jepara. Penggunaannya pun mulai meluas bukan hanya pada upacara-upacara keagamaan saja, namun juga acara-acara sosial lainnya.

Nama Rangrang secara harfiah berarti bolong-bolong. Hal ini sesuai dengan kharakteristik Kain Cepuk Rangrang yang memiliki ciri pada kain tenunnya terdapat ruang-ruang kecil yang berlubang (bolong-bolong). Pola berlubang atau bolong-bolong ini mencerminkan simbol sifat transparansi yang ada pada masyarakat Bali, yaitu sifat jujur dan terbuka.

Pada awalnya motif ini hanya menggunakan 3 warna utama yaitu merah, hitam, dan putih. Menurut warga setempat, tiga warna itu merupakan simbol hidup, mati dan kelahiran yang bermaksud melambangkan siklus kehidupan manusia. Namun, untuk tetap eksis, banyak para pengrajin dan desainer yang mengembangkan motif Rang-Rang ini dengan menggabungkan beberapa warna cerah dan cenderung cerah dan saling tabrak. Ciri khas motif ini selain warnanya yang tegas, juga memiliki ciri garis yang tegas dan sederhana menyerupai zig-zag. pada perkembangannya, motif ini berevolusi menyerupai gelombang namun tetap memunculkan ciri khasnya yang bermotif sederhana dan tidak rumit.

Pada bagian tengah kain terdapat motif seperti rumput. Di bagian pinggirannya terdapat hiasan-hiasan bunga dan lain sebagainya. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, kain ini juga semakin bervariasi. Semakin banyak warna yang kontras dan segar serta memberikan warna lain di dunia fashion, seperti yang terjadi di daerah Yogyakarta. untuk tas, sepatu, dan produk-produk fashion lainnya.

Proses Pembuatan Tenun Rang Rang

Jika dilihat dari proses pembuatannya, batik ini dibuat dengan menggunakan tangan atau cetakan. Motif batik akan digambar dengan menggunakan lilin batik dengan alat yang dinamakan dengan canting. Namun, batik cap motifnya digambar melalui cetakan yang terbuat dari besi atau kuningan.

Umumnya, untuk membuat selembar kain tenun panjang membutuhkan lebih dari 300 helai benang, namun khusus untuk membuat kain tenun dengan motif Rang-Rang hanya membutuhkan sekitar 100 helai benang. alat tenun yang digunakan adalah alat tenun tradisional. Orang Bali menyebutnya dengan Cag Cag.

Namun karena permintaan akan tenun ini meningkat dan untuk mempercepat proses produksi, tak jarang orang Bali menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Kharakteristik Tenun Rangrang

Secara umum Kain Tenun Rangrang memiliki ciri-ciri khas yaitu:

  • Pada lembaran kainnya terdapat ruang-ruang kecil berlubang (bolong-bolong) pada bagian pertemuan motif, yang kemudian menjadi ciri dan nama motif kain tenun ini, yaitu Rangrang.
  • Memiliki susunan atau pola-pola geometris sederhana (misalnya: garis lurus, wajik, dll) yang menyebar dari tengah kearah tepi kain
  • Mempunyai warna-warna yang lebih cerah dibanding kain tenun lainnya. Mendominasi warna merah, orange dan ungu.
  • Terdapat “Pangoh Taji”, yang secara harfiah berarti pisau yang dipakaikan pada ayam petarung pada acara sabung ayam. Pada kain tenun ini, Pangoh Taji digambarkan dengan garis-garis benang berwarna putih di sepanjang kainnya.

Harga Jual Tenun Rang Rang

Harga Jual Kain Tenun ini bervariasi tergantung jenis produk akhirnya. Untuk yang berbentuk selendang dihargai Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Sedangkan untuk yang berbentuk kain tenun yang lebar dibanderol harga antara Rp 400.000 hingga Rp 1,2 juta.

Pakai Kulot Rang-Rang? Siapa yang Larang?

Batik Tenun Rang-Rang mampu menampilkan gaya yang kekinian ala milenial

Pada perkembangannya saat ini, motif rang-rang tdak hanya ditemukan pada kain tenun saja bahkan pada kain katun seperti Batik printing bahkan Batik Tulis, seperti yang ditemukan di Toko Batik Handayani ini. Disini, untuk membawa pulang produk kulot rang rang tidak perlu merogoh kocek dalam-dalan, cukup dengan harga 125 ribu, sudah mendapatkan kulot dengan kualitas terbaik. Model pakaian batik rangrang modern menjadi Salah satu koleksi motif kain tradisional di Toko Handayani, karena banyaknya pembeli yang berminat membeli produk ini yang berasal dari salah satu pulau eksotik Indonesia yaitu nusa penida, Bali.

Kain tenun yang ditemukan di Toko Handayani dapat didesain untuk berbagai keperluan acara, seperti acara formal hingga acara pesta pernikahan.

Leave a Reply

Close Menu